Relawan Islam TV - Televisi Pemersatu dan Benteng Akidah Islam

Jumat, 11 September 2015

Kilas Balik: Kronologis Penyelamatan Muallaf di Kota Medan



RITV, Medan – Penyelamatan seorang muallaf bernama Khairunnisa Salsabila di kota Medan oleh Relawan Aqidah Forum Arimatea berlangsung dengan dramatis dan menegangkan.

Berikut kronologis penyelamatan muallaf yang dituturkan oleh koordinator lapangan (koorlap) Relawan Aqidah Forum Arimatea.

Rabu, 17 September 2014 kami (Forum ARIMATEA) membaca status yang ditulis oleh Sdri. Khairunnisa Salsabila di Group Facebook “Mualaf Center Indonesia” setelah di-tag oleh seorang sahabat. Kami pun menyatakan kesedian untuk membantu.

Kamis, 20 September 2014 kami menerima komunikasi via inbox FB dari sdri. ”Nisa”. Komunikasi berlanjut hingga tindakan penyelamatan, menggunakan perangkat-perangkat komunikasi yang mungkin digunakan, FB, telepon, BBM, dlsb.

20 s/d 23 September 2014 kami melakukan komunikasi intensif dengan korban, untuk mempelajari duduk permasalahan yang dialami oleh korban dan memotifasi korban untuk bersabar.

23 s/d 27 September 2014 kami menurunkan 2 tim (4 unit) “Relawan Aqidah” untuk melakukan observasi lapangan guna meneliti keberadaan korban dan lingkungan keluarganya.

28 September s/d 04 Oktober 2014, setelah keberadaan korban dengan data-data yang valid dapat dipastikan 80%, Forum ARIMATEA menyusun perencanaan operasi penyelamatan yang meliputi: Jadwal, Unit pelaksana,  Pendanaan, Simulasi, Rencana penyelamatan, dan Unit pendukung.

04 Oktober 2014 koordinator penanganan muallaf dari Forum ARIMATEA Pusat tiba di Medan.

05 s/d 08 Oktober 2014, setelah mempelajari semua data mengenai korban dan kondisinya, serta mencoba kemungkinan penyelamatan yang ‘normatif’, dengan mendiskusikan permasalahan ini pada pihak berwajib (kepolisian), perangkat kelurahan/desa dsb. tidak menemukan solusi yang pasti dan efektif, maka tim Forum ARIMATEA sepakat untuk mengambil sebuah tindakan ‘tegas’ dengan segala resikonya.

Karena itu, tim melakukan persiapan utama tindakan penyelamatan, yang meliputi: survei lapangan, pemantapan unit pelaksana, menyusun rencana bersama dengan “korban” Khairunnisa Salsabila, membagi unit-unit pelaksana pada tiga tim:

Tim pemantau;   bertugas memantau dan mengikuti korban dari tempat penyekapan hingga tempat tindakan penyelamatan serta mengkoordinir perubahan rencana.

Tim pelaksana;   bertugas untuk melakukan tindakan penyelamatan.

Tim pembersih;  bertugas untuk melindungi pelarian “korban dan tim pelaksana” pada saat proses penyelamatan, diantaranya menentukan tempat penyelamatan dan alternatifnya serta memastikan kesungguhan korban untuk diselamatkan.

11 Oktober 2014, alhamdulillah setelah dalam dua hari (tanggal 09 – 10 oktober), dua kali tindakan penyelamatan gagal dilaksanakan, sekitar jam 17.00 Wib. Pada tanggal 11 Oktober atas bantuan Allah Swt, tindakan “penyelamatan mu’allaf” berhasil dilakukan, sehingga korban “Khairunnisa Salsabila” berada dalam perlindungan dan pembinaan Umat Islam (Forum ARIMATEA).

Sebuah tindakan tegas yang cukup dramatis terpaksa diambil untuk menyelamatkan iman dan jiwa seorang mu’allaf yang menjadi tanggung jawab setiap muslim, walau 4 (empat) orang dari anggota Forum ARIMATEA dan Relawan Aqidah yang terlibat dalam aksi penyelamatan ini harus mengalami luka-luka.

Catatan-catatan:
Delapan (9) unit penyelamatan yang bertugas  merupakan tim gabungan dari:
-Forum ARIMATEA – Pusat.
-Forum ARIMATEA – Nanggoe Aceh Darussalam.
-Relawan Aqidah – Medan.
-Relawan Aqidah – Riau.
-Relawan Aqidah – Jawa Barat.

Tim dikoordinir oleh Ust. Muhammad Chairul A.Sitohang (ARIMATEA Pusat).

Kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh tim:
-Tim tidak mengenal korban secara pribadi.
-Penolakan dari aparat kepolisian dan perangkat desa untuk menangani kasus ini, dikarenakan tidak menerima laporan langsung dari korban.
-Tim kesulitan memantau keberadaan korban secara langsung.
-Rendahnya kepedulian dan kesediaan ummat Islam membantu proses penyelamatan ini, sebagian besar hanya memberi saran yang tendensius.
-Dana operasional yang cukup besar dan tidak terduga.
-Nilai kemungkinan berhasilnya proses penyelamatan cukup rendah.
-Adanya oknum dari umat Islam yang berusaha menghalangi dan mengganggu proses penyelamatan mu’allaf dan pembinaannya.
-Tempat pelaksanaan penyelamatan, pelataran parkir Sun Plaza, yang bersebelahan dengan pelataran parkir Masjid Agung, kota Medan.

Semoga langkah-langkah dakwah ini dibenarkan oleh Allah Swt dan dapat menyadarkan rekan-rekan muslim yang berprasangka atas tindakan kami dalam dakwah, serta dapat menjadi peringatan bagi orang-orang kafir," bahwa kami memiliki keberanian dan kekuatan yang cukup untuk bertindak tegas dalam melindungi dan menjaga saudara mu'allaf kami yang kalian aniaya".

Korban: Evy / Khairunnisa Salsabila
Status: Muallaf (disyahadatkan pada tanggal 20 Agustus 2014)
Usia: 26 tahun.
Kondisi: Teraniaya oleh keluarga (orang tua) setelah diketahui memeluk agama Islam
Lokasi: Kota Medan.
   














Sumber: Forum Arimatea

2 komentar:

  1. saya bukan pengganggu atau oknum yang menghalangi annisa dalam pengajaran islam

    BalasHapus
  2. jika di perkenankan.... saya hanya ingin mnjenguknya.... HANYA INGIN MENJENGUK dan tidk brmksud mngganggu ataw menghalangi... cukup sekali sya bertemu... sy sudah bersyukur sekali... krna sy ingin mmeminta maaf padanya...

    BalasHapus